NEWS

Sunday, 16 July 2017

HASIL DISKUSI "SMART CITY" KOMIT MAROS, PEMKAB BUTUH SINERGI PENGGIAT IT

Konsep "Smart City" yang diusung Pemerintah Kabupaten Maros harusnya membuat sistem terintegrasi antar tingkat pemerintah paling bawah hingga Pemerintah kabupaten.

Hal itu mengemuka dalam diskusi yang digelar Komunitas IT (KomIT) Kabupaten Maros usai pelantikan pengurus baru periode 2017 - 2019 di Baruga B Kantor Bupati Maros, sabtu (15/7/2017).

Ketua KomIT, Muhammad Rizaldi mengatakan salah satu contoh yang harus dibenahi dalam konsep Smart City ini, seperti yang ada di Sungai Maros dimana bisa saja meluap dengan tiba-tiba.

Sehingga menurutnya, Pemerintah harus memikirkan untuk memasang sebuah alat sensor yang bisa memberikan sinyal untuk instansi terkait ketika Batas Air sudah Siaga 1, dan bukan lagi dengan pengecekan manual.

Selain itu, dalam bidang Pariwisata, sebenarnya ada banyak konsep yang bisa disinergikan dengan pemuda, contohnya pemkab belum memiliki sistem yang difokuskan untuk menjemput dan menarik wisatawan, sehingga perlu adanya satu sistem Maros Tourism dimana didalamnya ada informasi yang cukup untuk banyak tempat wisata di Maros plus informasi transportasi, penginapan dan tour guide.

Konsep lain yang didiskusikan adalah Smart Sampah, bagaimana sistem pengambilan sampah dari tong sampah ke bank sampah bisa dilakukan secara online dan ada pelaporan tong atau penampungan sampah yang sudah penuh bisa disampaikan ke Dinas terkait, sehingga lebih efisien, sampah tidak akan membludak disatu titik.

Rizaldi juga berharap, Pemkab Maros semakin membenahi CCTV yang ada, karena meskipun bisa diakses Masyarakat umum untuk memantau arus lalu lintas, namun bukan hanya menjadi alat record tapi bisa menjangkau yang lebih spesifik seperti "Real Time Evacuation" jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Salah satu pendiri KomIT Maros, Abudhar mengaku jika Maros sebenarnya tidak kekurangan tenaga IT, hanya saja tenaga tersebut seperti yang ada di KomIT belum tersentuh dan belum terjalin sinergi dengan pemerintah.

Beberapa hal lain yang juga mengemuka yakni KomIT menyoroti beberapa sekolah yang dulunya mendapat layanan internet gratis tapi saat ini sudah diputus dan sistem absensi pegawai menggunakan sistem finger print atau absensi menggunakan sidik jari, sekarang absensi tersebut kembali ke sistem manual. (maros fm news department)

 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).