NEWS

Friday, 9 June 2017

MAROS FM DAN LPPL SE-SULSEL IKUTI RAPAT KOORDINASI REGULASI PERIJINAN PENYIARAN BERSAMA KPID SULSEL

Manajemen Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Maros FM bersama pengelola LPPL Se-Sulsel mengikuti rapat koordinasi terkait regulasi pengelolaan ijin Lembaga Penyiaran Publik Lokal sekaligus Sosialisasi Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informasi Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Lembaga Penyiaran Publik, kamis (8/6/2017) di Kantor KPID Sulsel, Jalan Botolempangang, Makassar.

Direktur Maros FM (Baju Biru) saat menanyakan regulasi perijinan penyiaran LPPL. (08/06/2017) dok.Maros FM

Rapat tersebut dihadiri Ketua KPID Sulsel, Mattewakkan S.IP., M.Si bersama anggota komisioner lainnya yakni Muhammad Hasrul Hasan, S.E., MM, Riswansyah Muchsin S.H, Herwanita, S.Sos, I.M,I.Kom, Waspada Santing, Andi Muhammad Irawan, S.S,.M. Hum dan Arie Andyka, S.H.

Dalam pertemuan tersebut, selain Radio Maros FM, juga hadir Pihak Kominfo dan Pengelola Radio dan TV dari Kota Pare-Pare, Palopo, Sinjai, Takalar, Pangkep, Tana Toraja, Bulukumba, Gowa dan beberapa Kabupaten lainnya.

Ketua KPID Sulsel menjelaskan pertemuan tersebut penting karena saat ini sudah banyak LPPL baik TV maupun Radio yang ijin prinsipnya perlu diperbaharui.

Selain itu, menurutnya, salah satu kendala lain yang dialami LPPL terkait perijinan karena adanya beberapa daerah yang belum memiliki Perda tentang Lembaga Penyiaran Publik. Hal itu dsebabkan akibat kurangnya pemahaman pemerintah eksekutif dan legislatif tentang pentingnya LPPL sebagai sarana informasi positif terkait pembangunan dan program pemerintah daerah.

Mattewakkan berharap, LPPL bisa menjadi contoh bagi lembaga penyiaran swasta dalam persoalan administrasi perijinan yang sesuai Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informasi Nomor 16 Tahun 2016.

Sementara Direktur Radio Maros FM, Lory Hendradjaya dalam pertemuan tersebut menyambut baik rapat koordinasi tersebut dan akan menindaklanjuti arahan KPID Sulsel untuk memperbaharui perijinan, apalagi Maros FM sejak 2016 telah berganti nama menjadi Maros FM sehingga perlu adanya perubahan Perda terkait penggantian nama tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas terkait porsi iklan komersil yang saat ini hanya 15 persen dari total jam siaran sehingga para pengelola radio dan TV lokal milik pemerintah mengusulkan agar ada penambahan hingga 40 persen sehingga bisa menunjang kemandirian dan memberikan income bagi PAD di masing-masing daerah.

Terkait hal tersebut, Pihak KPID Sulsel berjanji akan membawa usulan tersebut ke Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KPI Se-Indonesia. (Maros FM News Department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).