NEWS

Wednesday, 22 February 2017

BERGURAU SOAL GRANAT DI BANDARA HASANUDDIN, PEMUDA INI LANGSUNG DIAMANKAN PETUGAS

Gurauan terkait membawa bahan peledak ke dalam cabin pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Maros kembali terulang. Kali ini dilakukan a.n Iwan, salah seorang penumpang pesawat Sriwijaya SJ-704 tujuan Merauke. 

Gurauan membawa bahan peledak itu disampaikan Iwan saat sudah berada di atas pesawat yang berada di apron parkir Bandara Sultan Hasanuddin, selasa dini hari (21/2/2017). 

Iwan saat itu terlihat duduk memangku tasnya, kemudian pramugari memintanya untuk meletakkan tas dipangkuannya ke cabin pesawat. Saat itulah dirinya spontan bergurau membawa granat.


Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, IPTU Ahmad menjelaskan gurauan Iwan tentu saja membuat pramugari mengambil langkah untuk melaporkannya ke pihak security bandara sehingga penerbangan pesawat Sriwijaya mengalami penundaan selama beberapa menit, dan pelaku sendiri digiring ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lanjutan

Berdasarkan   hasil interogasi, pelaku mengatakan "Hati-hati Ada Granat" hanyalah spontanitas dan untuk bergurau. 

Akibat gurauannya itu, pihak keamanan langsung memeriksa secara detil isi tas pelaku tetapi tidak ditemukan adanya bahan peledak atau semacam bom. Sebelum diijinkan untuk melanjutkan perjalanannya, pelaku diminta membuat surat pernyataan untuk tidak berbuat kesalahan yang sama. 

Sementara itu, Legal and Communication Section Head, Turah Ajiari menuturkan, gurauan pelaku, merugikan banyak pihak dan pelaku sendiri. Apalagi gurauan tersebut dapat menimbulkan kepanikan ke pengguna jasa lainnya. Padahal himbauan untuk tidak bergurau bahan peledak, sudah dipasang di berbagai sudut terminal.  Tapi tetap saja, masih ada calon penumpang pesawat yang melakukan gurauan. 

Adapun menyampaikan informasi palsu, bergurau atau mengaku-ngaku membawa "bom" di Bandara dan di pesawat udara dapat dikenakan pidana penjara sehingga hal tersebut tidak bisa dianggap main-main.

UU No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan menyebutkan setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun. (maros fm news department)

Berita Terkait :

 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).