NEWS

Sunday, 29 January 2017

GRANAT MAROS AJAK POLISI DAN DINKES DISKUSIKAN DAMPAK HUKUM DAN BAHAYA NARKOBA

Dalam menambah wawasan dan pengetahuan tentang Bahaya Narkoba dari tinjauan medis dan sistem penanganannya dari aspek hukum, DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Maros mengadakan kegiatan Upgrading Internal di sekertariatnya, jalan Gladiol No. 8 Maros, sabtu (28/1/2017).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 pengurus Granat Maros ini dihadiri Kaurbinops Satresnarkoba Polres Maros, Ipda M. Arsyad S.Sos dan Kabid Kesmas Dinkes Maros, Said Jalil, S.Km, M.Kes.
Ipda M Arsyad saat memberikan materi terkait penanganan dan sosialisasi hukum kasus pidana Narkoba (28/1/2017) (dok. Marosfm)

Dalam pemaparannya, Ipda Arsyad mengungkapkan narkotika utamanya jenis sabu merupakan narkotika paling marak yang harus diwaspadai peredarannya karena bukan lagi menyasar kalangan elite atau menengah keatas, tetapi juga kalangan remaja dan bahkan yang tergolong kurang mampu. Hal itu terlihat dari kemasan sabu yang beredar dlunya dikemas per gram dan harganya jutaan, tetapi kini pengedar sudah memaketkan hingga ada yang 100ribu perpaket sehingga bisa dijangkau pengangguran dan anak sekolah sekalipun.

Untuk itu, Arsyad menghimbau agar masyarakat bisa berpartisipasi memberikan informasi terkait adanya aktivitas penggunaan narkotika di tengah masyarakat termasuk jika ada keluarga yang kecanduan sehingga bisa direhabilitasi secepat mungkin.

Dalam pertemuan itu, Arsyad juga mengungkapkan berbagai hal permasalahan penangan hukum bagi tersangka pengedar maupun pengguna sesuai pasal-pasal yang mengatur. Misalnya Pasal 131, dimana setiap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana dimaksud maka akan diancam hukuman 1 tahun.

Berdasarkan data, Arsyad juga mengungkapkan untuk kasus narkoba di Maros, tahun 2013 terdapat 9 kasus, 2014 13 kasus, 2015 34 kasus, 2016 45 kasus dan terakhir hingga akhir januari 2017 Polres Maros sudah berhasil menangani 5 kasus termasuk kasus terbesar dengan barang bukti sabu 37 gram di bandara sultan hasanuddin yang melibatkan anggota kepolisian sebagai tersangkanya.

Sementara Said Jalil dalam materinya menjelaskan berbagai dampak bahaya narkoba dan zat adiktif lainnya terhadap kesehatan.
M. Said Jalil saat memaparkan berbagai bahaya dan dampak Narkoba terhadap kesehatan (28/1/2017) (dok. Marosfm)

Menurutnya, obat-obatan terlarang itu bisa mengakibatkan berbagai bahaya kesehatan hingga dampak sosial mulai dari ketergantungan, infeksi, serta overdosis yang menyebabkan kematian.

Said Jalil berharap DPC Granat Maros bisa bersinergi bersama Dinkes Maros dalam bentuk MoU termasuk mendata seberapa jauh pengetahuan anak-anak dibawah umur dalam meracik atau menyalahgunakan obat-obatan sehingga bisa diantisipasi sebelum terseret ke ranah penyalahgunaan obat-obatan termasuk daftar G yang lagi marak.

Ketua DPC Granat Maros, Muh. Bakri berharap kegiatan upgrading dan pembekalan seperti ini bisa terus berkesinambungan agar nantinya pengurus Granat bisa aktif dalam memberikan himbauan dan sosialisasi di tengah Masyarakat. (Maros FM News Department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).