NEWS

Tuesday, 6 December 2016

PRESS CONFERENCE KONI MAROS : SELAIN SIAP GANTI DANA YANG HILANG, KONI JUGA DESAK KEPOLISIAN TANGKAP PELAKU PERAMPOKAN BENDAHARANYA

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros menggelar konferensi pers, selasa (6/11/2016) di warung coto Orari, jalan Azalea Maros terkait masalah perampokan yang menimpa Bendahara KONI a.n Rahim yang terjadi beberapa waktu lalu di sekitar jalur lapangan Pallantikang kompleks Kantor Bupati Maros.

Dalam pertemuan itu hadir Ketua KONI Kabupaten Maros, Imran Yusuf didampingi bendahara, Rahim, Ketua Bidang Humas, Lory Hendradjaya, Wakil Ketua Bidang Humas, Ilham Halimsyah, Anggota Bidang Organisasi, Resa Arifuddin Yacub, dan anggota bidang Pembinaan prestasi, Sofyan Syahrir.

Suasana Press Conference KONI Maros terkait kasus Perampokan Bendahara Koni beberapa waktu lalu (6/12/2016) (dok. maros fm)

Lory selaku moderator menjelaskan kronologis kejadian sesuai yang dimuat media dan yang didapatkan dari pihak kepolisian, Bendahara Koni, Rahim (38) dirampok saat melintas di depan Dinas Kesehatan Maros, pada jumat, 11 November 2016 sekitar pukul 13.30 Wita mengakibatkan sejumlah uang dan berkas keuangan KONI Maros berhasil dibawa kabur perampok yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Rahim juga dianiaya menggunakan senjata tajam mengakibatkan luka serius pada punggung dan pahanya.

Baca : BENDAHARA KONI MAROS DIRAMPOK, 300-AN JUTA DIBAWA KABUR PELAKU 

Sementara Ketua Koni Maros, Imran Yusuf mengklarifikasi total dana yang hilang yakni Rp.261 juta rupiah yang sebenarnya sudah siap didistribusi termasuk dana cabang olahraga dan dana operasional.

Kemudian saat kejadian, Imran Yusuf yang akrab disapa Imo ini menceritakan dirinya sedang berada di bone mendampingi atlit balap sepeda dan baru pulang ke maros 2 hari setelah kejadian untuk memyampaikan laporannya ke Pihak Kepolisian dan Bupati Maros.

Imo menjelaskan hasil pertemuannya dengan Bupati Maros, Hatta Rahman telah meminta KONI Maros agar tetap mengganti dana tersebut karena bagaimanapun ini merupakan uang negara.

Hatta juga berharap agar dari kejadian ini seluruh bendahara Kantor agar tetap berhati-hati saat membawa dana kantor belajar dari musibah yang menimpa KONI.

Imran Yusuf menegaskan kejadian ini murni musibah dan bukan rekayasa jadi terlalu naif jika ada kalangan yang menganggap hal ini sebagai settingan apalagi jika melihat hasil visum dokter terkait luka penganiayaan yang dialami bendahara saat perampokan terjadi.

Untuk itu, Imo meminta pihak berwajib sebaiknya segera menangkap pelaku agar tetap tercipta suasanan aman di Kabupatem Maros apalagi kejadiannya siang hari.

Selain itu imo juga meminta agar pemkab maros bisa menyiapkan dan memperbanyak kamera cctv agar bisa mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan yang terjadi karena kasus seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di sekitar Kantor Bupati Maros.

Sementara Rahim sebagai bendahara juga sudah siap mengganti dana tersebut bersumber dari bantuan Ketua Koni dan beberapa donatur. Selain itu Rahim juga sementara pengurusan kredit secara pribadi.

Dampak dari kehilangan ini, Imo berharap pihak Cabor dan Anggota Koni agar bisa bersabar menunggu dananya karena beberapa kegiatan akan molor termasuk rapat anggota KONI tetapi paling lambat akhir tahun ini sudah terselesaikan dan tidak mengganggu program yang ada di tahun 2017 termasuk Pra Porda.

Terkait kantor Koni yang tutup dan juga sempat diberitakan media pasca perampokan bendaharanya, Imo menjelaskan karena saat ini memang kantor Koni Maros dalam posisi transisi untuk pindah ke kantor baru di jalan Azalea, Maros. (maros fm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).