NEWS

Tuesday, 13 December 2016

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW, WARGA RAMMANG-RAMMANG MAROS PAWAI BAKUL DI ATAS PERAHU

Peringatan Hari lahir atau Maulid Nabi Muhammad SAW di Sulawesi Selatan secara umum dan di Kabupaten Maros secara khusus selalu diperingati dengan tradisi unik ember dan telur maulid.

Ember dan telur maulid ini dikenal dengan istilah "Baku' Maudu'" atau Bakul Maulid.

Namun ada yang lebih unik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Rammang-Rammang Desa Salenrang  Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, senin (12/12/2016).

Di tempat yang dikenal memiliki pemandangan indah dan sungai yang unik dengan bebatuan karst ini, bakul-bakul tersebut diarak di atas Perahu sebelum dibawa ke Masjid.

Baku' Maudu' dibawa menggunakan perahu menuju Masjid Nurul Yakin Dusun Rammang-Rammang Maros. (12/12/2016) (dok. ist)

Kegiatan yang digagas Kelompok Sadar Wisata Hutan Batu Karst Rammang-Rammang ini baru pertama kalinya dilaksanakan untuk menggali potensi wisata yang ada namun tetap menjaga tradisi peringatan Maulid dari masyarakat lokal.

Bagian humas dan Publikasi Kelompok Sadar Wisata Hutan Batu Karst Rammang-Rammang, Makmur Jaya atau akrab disapa Pak Kimung mengatakan Baku' Maudu ini diarak dari Dermaga 1 sampai dermaga 2 menuju Masjid Nurul Yakin, Dusun Rammang-Rammang mulai sekitar pukul 09.00 wita.

Kemudian usai diarak menggunakan kurang lebih 72 perahu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini pun diperingati Khidmat dengan Dzikir dan pembagian Baku' Maudu untuk warga dan tamu undangan.

Sementara Ketua Kelompok Sadar Wisata Hutan Batu Karst Rammang-Rammang, Iwan Dento menjelaskan meskipun kegiatan ini baru pertama kalinya digelar warga, tetapi untuk kedepannya akan dimaksimalkan baik dari segi publikasi dan teknis acara sehingga bisa semakin menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Dusun Rammang-Rammang, H. Mangnga Dg. Lewa sangat senang dengan ide kelompok sadar wisata di desanya karena semakin menambah kegembiraan baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung tanpa mengurangi nilai dan hikmah dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pria berusia 55 tahun ini mengungkapkan meskipun berbagai tradisi unik dilaksanakan di masing-masing daerah untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi intinya adalah bagaimana dari peringatan ini, umat islam bisa meneladani Rasulullah sebagai manusia paling sempurna dan pembawa Rahmatan Lil Alamin. (Maros fm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).