NEWS

Monday, 22 February 2016

PROFIL INSPIRATIF : RAHMAN, POTRET PERJUANGAN PEMUDA MAROS WUJUDKAN CITA-CITA JADI DOKTER DEMI SANG IBU

Setiap orang memiliki mimpi dan cita-cita, namun tidak semua bisa mewujudkannya. Tergantung kesungguhan dan motivasinya.

Abd. Rahman AN (dok. ist)

Berbeda dengan Sosok Pemuda Maros, Abd. Rahman AN yang akrab disapa Rahman, kelahiran 04 Juni 1997 ini, termotivasi menjadi dokter saat ibunya, Almarhum Nurlailah tidak mampu lagi berjuang melawan penyakit kanker dan akhirnya dipanggil Sang Maha Kuasa tahun 14 Februari 2008 Silam.

Rahman saat itu, masih menduduki bangku sekolah dasar kelas 5 di SD 232 Marusu, Kabupaten Maros.

Percakapan terakhir saat mendampingi Sang Bunda di Rumah Sakit selalu terngiang. Bundanya terbaring lemah dengan keadaan yang kritis berjuang melawan penyakitnya dan mengatakan kepada dokter "dok, doakan adek ta' nak semoga bisa juga jadi dokter."
Dokter Menjawab "Insya Allah bisa, Aamiin.. Sekolah yg sungguh-sungguh ki dek nah..." ujar dokter itu sambil mengelus kepala Rahman yang saat itu masih kelas 5 SD.

Motivasi dan Doa terakhir dari Sang Ibu terus menjalar dalam nadinya. Sementara kondisi ekonomi Sang Ayah, Achmad bukanlah sesuatu yang menjamin Rahman bisa menjadi seorang Dokter.

Achmad, warga kelurahan Pallantikang, Maros Baru itu hanyalah seorang buruh tani dan pekerja serabutan.

Achmad pernah berbincang-bincang dengan reporter bsfm. Katanya, jika melihat kondisi ekonomi, Rahman mustahil bisa menjadi dokter sesuai cita-citanya. Dirinya hanya mampu membantu anaknya dengan Doa. Dan dirinya percaya tidak akan ada sesuatu yang mustahil jika Allah sudah berkehendak.

Abd. Rahman AN (dok. ist)

Berbekal Doa, Rahman pun terus berjuang hingga menyelesaikan pendidikannya di MA DDI Alliritengngae Maros, tahun 2015 lalu.

Saat berbincang dengan salah satu gurunya dan mengutarakan niat untuk mendaftar di Fakultas Kedokteran jurusan Fisioterapi UNHAS, gurunya dengan penuh sikap pesimis hanya mengatakan agar Rahman tidak terlalu bermimpi jauh dan tinggi, karena generasis ebelumnya belum ada satupun lulusan MA itu yang lolos Fakultas Kedokteran, apalagi dengan kondisi ekonomi yang sangat kurang memadai.

Rahman tidak patah semangat, dan terus berusaha mencari jalan hingga akhirnya gayung pun bersambut. Rahman mendapatkan informasi Program Beasiswa Santri Berprestasi Kemenag 2015 dan langsung menembak Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Pendidikan Dokter Umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Postingan di wall fb Rahman per tanggal 14 februari 2016, mengenang ibunya yang wafat 14 februari 2008. Motivasi terbesar Rahman dalam hidupnya.. (dok. bsfm)

Proses untuk mendaftar pun ternyata penuh cobaan, mulai dari hilangnya jaringan wifi, server down hingga mati lampu. Berbekal pinjaman Rp. 5000 rupiah dari kawannya, dirinya pun segera ke warnet terdekat tetapi listrik masih mati karena satu aliran dengan sekolahnya. Matanya berkaca-kaca dan hanya bisa mematung didepan monitor komputer dengan perasaan yang hancur.

Pukul 15.55 Wita, 5 menit terakhir sebelum pendaftaran ditutup, komputer warnet langsung online dan server langsung stabil seperti mendapatkan kemudahan dan keajaiban. Rahman tersentak dan penuh harap, dirinyapun dengan sigap mengisi formulir sebelum pendaftaran ditutup dan dia adalah pendaftar terakhir dari Program beasiswa itu sebelum deadline penutupan pengisian formulir.

Rahman saat Final Dara Daeng 2015 di Kabupaten Maros yang akhirnya terpilih sebagai Daeng Kategori Intelegensi (dok, ist)

Saat ini, Rahman yang juga merupakan Daeng Maros 2015 Kategori Daeng intelegensi telah berkuliah di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Pendidikan Dokter Umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memasuki semester 2 (februari 2016).

Dalam prestasinya, Rahman sudah membuat berbagai karya tulis ilmiah di Maros seperti :
-. Pengolahan Limbah pertanian menjadi pupuk Bokashi dengan menggunankan effective microorganisme / EM4 sebagai alternatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
-. Pengolahan  Tombong kelapa menjadi kue tradisional sehat
-. Pengolahan sampah pasar menjadi Organik Biopetisida (ORBITAL) sebagai alternatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian (anti hama)
-. Pengolahan ice cream panter (PARE ANTI KANKER ) sebagai alternatif untuk mempertahankan pangan lokal menuju indonesia sehat
-. Penulisan Cerita rakyat maros (Kisah cinta Cincing Malaka dan jarung Cawa dengan Bissu)

Rahman bersama Mahasiswa Fak. Kedokteran lainnya di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (dok. ist)

Saat berkunjung ke BSFM beberapa waktu lalu, banyak cerita menarik yang dituturkan Rahman, salah satunya tentang aktivitasnya dalam perkuliahan. Pernah sekali Dosennya melakukan survey tentang profesi orang tua mahasiswa di kelasnya dan dirinya ternyata satu-satunya mahasiswa yang orang tuanya berfrofesi sebagai buruh tani.

Terkadang perasaan minder datang menyelimutinya namun orang-orang disekitarnya senantiasa memberikan support dan membesarkan jiwanya.

Direktur Radio BSFM, Lory Hendradjaya menilai Rahman sosok pemuda yang akan menjadi Asset Kabupaten Maros di masa depan.

Lory pun memberikan motivasi agar lebih giat dalam mengejar cita-citanya sekaligus melakukan berbagai penelitian ilmiah karena bukan hanya Maros yang kekurangan peneliti dan orang cerdas, tetapi Indonesia secara Umum. (bsfm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).