NEWS

Tuesday, 5 January 2016

DIPISAHKAN KAIN GORDEN, DUA KELAS DALAM SATU RUANGAN DI SDN 235 TEKOLABBUA MAROS

Memprihatinkan, disaat seharusnya anak-anak sekolah dasar (SD) belajar dalam kelas dengan kondisi yang lapang, namun di SDN 235 Tekolabbua, Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros semenjak didirikannya sekitar era tahun 70an hingga sekarang masih kekurangan ruang belajar. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama.

Bahkan murid - murid pernah belajar di gubuk tua perumahan guru tapi sekarang sudah roboh di makan usia sehingga sekarang harus kepanasan berdesak-desakan pada satu ruangan belajar yang di sekap jadi dua kelas.

Kondisi terakhir ruang belajar di SDN 235 Tekolabbua Maros yang disekat menggunakan kain gorden sebagai pemisah kelas dalam satu ruangan. (05/1/2015) (dok. bsfm/ist)

Salah seorang alumni, Syamsiah, yang saat ini bahkan sudah berkeluarga dalam wawancara bersama radio BSFM Maros mengungkapkan keprihatinannya dan berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian Pemerintah Maros.

"Seingat saya waktu kelas 1 SD, masih 3 kelas (red-sekitar tahun 80an), kemudian pas kelas 4, ada penambahan satu kelas lagi. jadi sudah 4 kelas. dan kondisi itulah yang ada sampai sekarang" Ungkap Syamsiah sedih.

Informasi yang dihimpun bsfm, pihak sekolah ternyata sudah berkali-kali melakukan usaha untuk mengajukan usulan penambahan ruang belajar baik ke Pihak Dinas Pendidikan maupun DPRD, namun hasilnya nihil. Terakhir tahun 2014, pihak sekolah memasukkan sesuai permintaan dari Diknas dan atas petunjuknya untuk membuat proposal  tapi tidak ada realisasi hingga tahun 2015 berakhir.

Kondisi rumah yang pernah dijadikan alternatif tambahan ruang belajar untuk SDN 235 Tekolabbua namun sudah roboh. Gambar diambil 20 Agustus 2014 lalu (dok. bsfm/ist)

Sekolah yang mendidik 152 murid tersebut terakhir mendapat bantuan rehab sekitar tahun 2008 lalu, namun tidak mendapatkan penambahan ruang belajar.

Kondisi ini bahkan sudah pernah disiarkan di salah satu TV Nasional, tapi tidak ada sama sekali tindakan dari pihak terkait.

Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam saat dikonfirmasi bsfm berjanji secepatnya akan menyampaikan hal ini ke Komisi III DPRD Maros yang membidangi masalah Pendidikan untuk melakukan peninjauan dan meminta klarifikasi dari Dinas Pendidikan Maros. (bsfm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).