NEWS

Thursday, 24 December 2015

TELUR WARNA WARNI DAN EMBER HIAS, SIMBOL SUKA CITA PERINGATAN MAULID DI MAROS

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal H, yang jatuh kamis 24 Desember 2015 diperingati warga Maros secara sukacita di Masjid - masjid yang tersebar di Maros.

Meskipun tidak secara keseluruhan Masjid, namun mayoritas hari ini terlihat semarak peringatan Maulid tersebut diwarnai dengan ciri khas telur warna warni dan ember hias. Tradisi ini sudah dilaksanakan turun temurun dan masih bertahan hingga sekarang sebagai simbol suka cita kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sebagai bentuk kesyukuran masyarakat atas berkah dan limpahan rejeki yang diberikan Allah SWT.

Telur warna warni dan ember hias warnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Maros (24/12/2015) (dok.ist)

Dalam istilah lokal, Peringatan Maulid ini disebut "Maudu Bayao" atau "Maudu Baku". Maudu diambil dari bahasa bugis dan makassar yang artinya Maulid, dan Baku' artinya Bakul yang dulunya terbuat dari daun lontar, kini berevolusi terganti dengan ember.

Isi baku atau ember ini bermacam-macam, terdiri dari berbagai macam makanan seperti nasi, nanre pamatara' (nasi setengah matang), songkolo dan kaddo’ minynya (ketan putih dan ketan kuning), aneka lauk pauk masakan khas bugis makassar, hingga tumpi-tumpi (daging ikan dihaluskan berbentuk segi tiga) dan bale kambu (ikan yang dagingnya dihaluskan dan dimasukkan kembali kedalam kulit ikan, buah-buahan serta telur warna-warni di dalam maupun di luar ember tadi.

Bahkan, ada juga yang memasukkan amplop berisi uang. Maka hal paling seru saat baku' atau ember ini dibuka dan jadi rebutan bagi anggota keluarga. Sementara telur warna-warni sangat digemari anak-anak karena warnanya yang mencolok, kemudian tengah telur ini ditusuk kayu, lengkap dengan hiasan kembang dari bahan kertas minyak atau pita.

Menurut keterangan seorang warga kepada bsfm menyebutkan, satu buah ember hias dalam pembuatannya bisa menghabiskan biaya sekitar 200 ribu hingga 500 ribu rupiah tergantung ukuran ember dan isinya.

Dari keceriaan dan sukacita hari ini dalam memperingati Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, rupanya crew bsfm juga mendapatkan kiriman 3 buah ember hias ukuran sedang dan telur hias dari masyarakat di desa minasa upa, Kecamatan Bontoa, Maros.

Namun, dibalik keceriaan dan tradisi yang menjadi kekayaan budaya lokal tersebut, keteladanan yang dicontohkan Rasulullah SAW tentu saja menjadi hal paling utama dalam hikmah peringatan Maulid tersebut. (bsfm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).