NEWS

Lintas Maros

News

PROGRAM HARIAN

SKPD KAB. MAROS

Monday, 23 January 2017

SELASA, PEMADAMAN LISTRIK DI BANTIMURUNG SEBABKAN DISTRIBUSI AIR PDAM DI KOTA MAROS IKUT TERGANGGU

PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra & Sulbar Area Makassar Utara Rayon Maros mengumumkan sehubungan dengan adanya pekerjaan rekonduktor jaringan listrik PLN Poros Bantimurung, serta kegiatan pemeliharaan terpadu beserta perampalan/pemangkasan pohon untuk meningkatkan kehandalan sistem, maka diinformasikan rencana pemadaman pasokan listrik akan dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Januari 2017 mulai Pukul 09.00 sampai 17.00 Wita.



Sesuai surat pemberitahuan PLN, daerah yang terkena dampak pemadaman kali ini meliputi dua kecamatan diantaranya Kec. Simbang dan Bantimurung diantaranya, wilayah Kalabirang, Pakalu, Batubassi, Simbang, Sambueja, Sampakang, Rumbia, Garantiga, Tanadidi, Pattunuang, Sege-segeri, Bontosunggu, Pangia, Permandian alam Bantimurung, Bulusipong, Manuruki, dan Jenetaesa.

Terkait pemadaman tersebut, Direktur PDAM Tirta Bantimurung, Abd. Baddar menjelaskan dampak pemadaman ini akan berpengaruh pada distribusi air bersih dari PDAM Maros karena tidak adanya pasokan listrik untuk IPA PDAM di Bantimurung.

Beberapa daerah yang terkena dampak tidak lancarnya air PDAM meliputi area Kota Maros dan sekitarnya. Sementara ke arah selatan sampai RSUD Salewangang, dan arah utara sampai Tambua.

Baddar berharap masyarakat bisa memaklumi terganggunya distribusi air bersih tersebut selama seharian besok dan diharapkan mengisi penampungan-penampungan air untuk mengantisipasi gangguan tersebut. (maros fm news department)

Thursday, 19 January 2017

FOKUS PERBAIKAN INFRASTRUKTUR DAERAH PERBATASAN, BUPATI MAROS TINJAU TAPAL BATAS MAROS-BONE

Bupati Maros, HM Hatta Rahman melakukan peninjauan perbatasan kabupaten Maros dan kabupaten Bone di Jalan Poros Maros-Bone desa Mattampapole kecamatan Mallawa Rabu kemarin (18/1/2017).

Selain itu perbatasan Desa Benteng kecamatan Camba kabupaten Maros dengan Desa Bonto Cani kecamatan Kahu kabupaten Bone juga dikunjungi Hatta.

Hatta bersama jajaran kepala SKPD meninjau perbatasan tugu perbatasan Maros-Bone karena adanya keinginan Pemkab Maros menata kembali perbatasan Maros-Bone. 

Bupati Maros saat Meninjau Tugu Tapal Batas Kabupaten Maros-Kabupaten Bone (18/1/2017) (dok. maros fm)

Hatta menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan peninjauan karena ingin menuntaskan infrastruktur perbatasan Maros baik itu yang berbatasan dengan Makassar, Gowa, Bone maupun Pangkep.

Hatta mengatakan, peninjauan ini untuk kembali mempertegas batas kabupaten Maros dengan kabupaten di sekitarnya. Apalagi selama ini daerah perbatasan kurang diperhatikan batas-batasnya sehingga tapal batasnya tidak jelas.

Selain tugu batas kabupaten, Hatta berjanji sisa pengerjaan jalan untuk batas Maros-Bone di kecamatan Camba akan diselesaikan secepatnya. Dan sisanya mungkin sekitar 2 kilometer untuk sampai di tapal batas Maros Bone.
Saat ini, Pemkab Maros fokus pada perbaikan infrastruktur daerah perbatasan agar perekonomian masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan juga dapat meningkat. (maros fm news department)

KADDO MINYAK, KULINER KHAS DALAM PERAYAAN MAULID INI DIPERLOMBAKAN DI MAROS

Songkolo Kaddo Minyak, merupakan jenis kuliner khas dari ketan yang berminyak dan berwarna kuning, biasa disajikan dalam perayaan tertentu di Sulawesi Selatan seperti selamatan, pernikahan, Maulid dan perayaan religius lainnya.

Dalam melestarikan kuliner tradisional ini, Asosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Kabupaten Maros menggelar lomba rias Kaddo Minyak, rabu (18/1/2017) di Aula Al Markaz Al Islami Maros.

Dalam Lomba rias kuliner itu, berbagai bentuk Kaddo' Minyak yang biasanya hanya disajikan secara sederhana pada wadah piring, kini dirias sedemikian rupa mirip nasi Tumpeng bahkan mirip model kubah masjid dengan berbagai lauk pauk seperti ayam goreng, ikan dan telur di sekelilingnya.

Adapun pemenang Lomba Rias Kaddo Minyak ini dijuarai MT Al Yabis Palu Cipta, juara 2 MT Jami Awalaluddin dan juara 3 diraih MT fatin Musaffar. Sementara Juara Harapan 1 diraih MT Nurul Taqwa Barambang. Disusul juara harapan 2 MT Al Ihsan Rajana dan juara 3 diraih MT Al Muhajirin Sentosa.

Salah satu bentuk riasan Kaddo Minyak dalam rangkaian Lomba Seni Islam di Kabupaten Maros (18/1/2017) (dok. ist)

Ketua AMTI Maros, Siti Maryam Haba mengatakan kegiatan lomba rias kuliner Kaddo Minyak ini masuk dalam rangkaian Lomba Seni Islam yang dibuka Bupati Maros sejak senin lalu (16/1/2017).

Siti Maryam menjelaskan lomba rias ini baru pertama kali diadakan di Maros sekaligus menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW karena jenis makanan songkolo Kaddo Minyak ini juga menjadi ciri khas warga Maros saat perayaan Maulid serta sebagai bentuk kecintaan dalam melestarikan kuliner khas lokal bugis makassar.

Sementara Ketua Panitia  Hj. Nuraini Yusri Razyid mengatakan lomba ini diikuti sekitar 40 majelis Taklim dan bertujuan selain menguji keterampilan memasak dan merias makanan bagi ibu-ibu, juga sekaligus untuk menjalin silaturahmi antara seluruh anggota Majelis Taklim di Maros.

Selain Lomba Rias Kaddo Minyak, beberapa lomba dalam ajang ini antara lain Lomba Ta'jizul mayyit (merawat jenazah), Kasidah/Marawis, Lomba Asmaul Husna dan Lomba Hapalan Surah Pendek. (Maros fm news department)

KAPOLRES MAROS IMBAU NETIZEN BIJAK GUNAKAN MEDSOS

Dunia maya utamanya media sosial (medsos) kini menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan dalam menyampaikan gagasan atau ekspresi.

Tetapi perlu diingat, saat ini sudah ada Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang membatasi ruang gerak dalam dunia maya dan mengatur teknologi informasi secara umum.

Hal itu disampaikan Kapolres Maros, AKBP Erik Ferdinand kepada Maros FM, rabu kemarin (18/1/2017).

Kapolres Maros, AKBP Erik Ferdinand (dok. ist)
 
Erik Ferdinand mengatakan UU ITE ini sebenarnya mengatur banyak hal untuk pengguna online (netizen) mulai dari transaksi dan lain-lain untuk menangkal cyber crime, tetapi khusus pasal 28 tentang Berita bohong dan menyesatkan serta ujaran kebencian dan permusuhan masih kurang diperhatikan masyarakat utamanya pengguna medsos seperti facebook.
Erik Ferdinand menilai masih banyak pengguna facebook yang dalam mengungkapkan ekspresinya terlalu berlebihan sehingga tidak menyadari hal ini sudah memiliki payung hukum. Seperti contoh kasus yang saat ini diusut pihaknya atas sebuah akun facebook yang diduga warga maros dan telah menulis kalimat status yang menghina institusi Polri.

Kapolres Maros ini mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan jangan sampai menyinggung orang lain apalagi institusi seperti Polri dan Pemerintahan karena bisa berdampak pidana penjara selama enam tahun. (Maros fm news department)

Wednesday, 18 January 2017

RAJIN KIRIM DOA DI MEDSOS, PEMUDA INI JADI IDOLA TOKOH PEMUDA MAROS

Burhan, sosok pemuda Maros yang lugu, jenaka dan sederhana namun akhir-akhir ini menjadi terkenal dan sering menjadi bahan perbincangan di kalangan beberapa tokoh pemuda dan pejabat publik di Maros.

Pemuda berusia 25 tahun ini hanya berprofesi sebagai buruh bangunan dan tukang pijat tetapi kebiasaannya mengirimkan doa melalui messenger atau inbox facebook menjadikannya seorang yang diidolakan beberapa pengguna medsos di Maros.

Direktur Maros FM, Lory Hendradjaya (kiri) saat bersama Burhan (kanan) (dok. ist)

Burhan mengaku sebelum mengirimkan Do'a melalui messenger, dirinya setiap pagi harus duduk dan menuliskan pada selembar kertas konsep doa itu. Setelah mengedit Do'a, dirinya mengetik Do'a itu di androidnya dan mengirimkannya kepada beberapa teman medsos nya.

Burhan mengaku dari 2000 lebih teman facebooknya, setiap hari dia mengirimkan doa tersebut kesekitar 100 bahkan 200 akun dengan harapan bisa semakin dekat dalam bersilaturrahmi bersama orang-orang yang mendapat kiriman doa darinya. 

Anggota DPRD Sulsel, Irfan AB awalnya mengaku canggung dan sempat bertanya-tanya siapa sosok Burhan ini. Hingga akhirnya setelah menelusuri lebih jauh, Irfan pun merasa salut dan menganggap Burhan merupakan sosok pemuda yang peduli terhadap orang lain dan rutin mengirimkan Do'a dengan penuh keikhlasan. Menurut Irfan, jangankan mengirim Do'a, saling menyapa hanya untuk menguatkan silaturrahmi saja kadang banyak diantara kita yang lupa. Sementara Burhan tetap memperhatikan hal itu, terlepas kita mau membalas sapaan dan Do'a nya atau tidak.

Selain Do'a, saat ini Burhan juga sedang sibuk membuat orderan sandal jepit dengan ukiran nama, ia tidak mematok harga, yang mengorder pun bukan hanya orang biasa melainkan para tokoh dan pejabat publik di Maros, diantaranya Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan Ab, Wawan Mattaliu, Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, Anggota DPRD Maros, Amri Yusuf, Ketua APDESI Maros, Abd. Asis, Ketua KNPI Maros Marjan Massere, Ketua Karang Taruna Maros Syaharuddin Datu, Programmer Abdul Rahman, Direktur Radio Maros FM Lory Hendrajaya, dan beberapa tokoh pemuda Maros lainnya. 

Burhan dan beberapa tokoh pemuda maros saat memamerkan sandal jepit ukirnya (dok. ist)

Burhan dengan nama facebook Bur Han tidak menyangka keahlian pas-pas an dalam mengukir sandal sangat digemari rekan medsosnya. Awalnya Burhan hanya mengukir sandal untuk dirinya sendiri. Saat menguploadnya di facebook, Direktur Maros FM Lory Hendradjaya pun ikut memesan sandal ukiran tersebut dan akhirnya sandal jepit berukir seolah menjadi tren baru di setiap postingan medsos beberapa orang di Maros.

Hal unik lainnya yang dimiliki Burhan dan membuatnya disenangi dalam pergaulan karena sifat lugu dan jujurnya yang sering menjawab apa adanya saat ditanyai. Termasuk saat bersama Maros fm, saat ditanya terkait tempat dan tanggal lahir, Burhan pun spontan menjelaskan dirinya lahir di sawah. Sehingga untuk memastikannya, Maros fm pun kembali melontarkan pertanyaan yang sama namun tetap dengan jawaban yang sama dan menegaskan dirinya serius lahir di Sawah karena merasa tidak ada yang salah dengan jawaban itu. 

Lory menganggap fenomena yang diperlihatkan Burhan sebenarnya punya banyak makna dan hikmah dimana Burhan telah berhasil mengajar kita salah satunya tentang penggunaan medsos dengan bijak yang harus dimanfaatkan untuk semakin menyambung silaturrahmi dan menguatkan persaudaraan. Selain itu, Burhan juga membuat kita sadar bahwa untuk diterima dalam suatu pergaulan, tidak perlu menjadi orang lain dan tetaplah menjadi diri sendiri dengan jujur dan apa adanya. (maros fm news department)

PETUGAS BANDARA SULTAN HASANUDDIN GAGALKAN PENGIRIMAN RATUSAN DETONATOR

Tiga bungkus kiriman paket tujuan Pontianak, Kalimantan Barat terpaksa dibongkar petugas security terminal cargo Bandara Sultan Hasanuddin, selasa kemarin (17/1/2017) sekitar pukul 15.33 Wita.

Saat dibongkar, petugas menemukan sekitar 300 butir benda yang dicurigai sebagai alat pemicu peledak (detonator).

Keberadaan bahan peledak detonator tersebut diketahui petugas security bandara saat melakukan pemeriksaan barang melalui X-Ray bandara. Petugas keamanan kemudian merasa curiga dengan bungkusan yang dikirim melalui jasa pengiriman TIKI tersebut.

Saat dibuka, ditemukan di dalam kardus tersebut tiga box kecil berukuran 10 cm x 15 cm yang dilapisi dengan kapas, ban dalam, roti dan bagian terdalam berisi detonator tanpa sumbu yg berukuran sekitar enam cm yang berjumlah 100 biji per box.

Alat pemicu ledak atau detonator yang digagalkan pengirimannya di Bandara Sultan Hasanuddin  (17/1/2017) (dok. ist)

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Maros, AKBP Erik Ferdinand yang dikonfirmasi selasa malam (17/1/2017) mengatakan, barang tersebut dikirim melalui TIKI. Sesuai dengan alamat yang tertera, diketahui barang tersebut dikirim dari kabupaten Luwu. Sejauh ini kata Erik, polisi masih melakukan pendalaman kasus tersebut.

Erik menambahkan, sejauh ini, pihaknya telah bekerja sama dengan tim penjinak bom dari Polda Sulsel. Bahkan bahan peledak itu telah diamankan pihak Densus 88 Polda Sulsel. Bila dilihat dari jenisnya, detonator itu biasa digunakan untuk membom ikan. Meski demikian detonator tersebut juga sangat bahaya bagi manusia.

Sementara itu, GM Angkasa Pura Logistik Bandara Sultan Hasanuddin, Merphin Butar Butar atas temuan ini menyatakan peralatan dan kesigapan personil Avsec sangat ketat dalam melakukan pemeriksaan barang terutama yang berjenis Explosive dan barang berbahaya lainnya.

Merphin juga berharap perusahaan ekspedisi turut waspada terhadap barang kiriman dan melakukan pengecekan, serta bukan hanya memeriksa tujuan pengiriman tetapi juga penting kejelasan Identitas (KTP) pengirim barang, agar jika ditemukan barang-barang seperti ini, maka pihak kepolisian bisa cepat menemukan sumber barang-barang tersebut. (maros fm news department)
 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).