NEWS

Lintas Maros

News

PROGRAM HARIAN

SKPD KAB. MAROS

Saturday, 25 March 2017

PERINGATAN HARI KESEHATAN GIGI DAN MULUT SEDUNIA 2017, SISWA SD DI MAROS SIKAT GIGI MASSAL

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Maros kerjasama Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan Maros dan Unilever memperingati World Oral Health Day (WOHD) atau Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2017 di lapangan Mannan, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, sabtu (25/3/2017).

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, dr. .Hj. Siti Maryam Haba, M.Kes mewakili Bupati Maros, Direktur RSUD Salewangang Maros, dr. Jonet, Camat Bontoa, Lurah Bontoa, Danramil, Kapolsek Lau, ketua Organisasi Profesi, Kepala Puskesmas dan PKM Bontoa, Guru-guru SD dan Orang tua Siswa SD serta Masyarakat sekitar.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, dr. .Hj. Siti Maryam Haba, M.Kes (tengah) bersama Ketua Panitia drg. Sri Purnamawati, M. Kes dan Direktur RSUD Salewangang Maros, dr Jonet dan beberapa tamu dan panitia lainnya saat Peringatan World Oral Health Day (WOHD) di Kabupaten Maros. (25/3/2017) (dok ist)

Ketua Panitia, drg. Sri Purnamawati, M. Kes, mengatakan kegiatan ini melibatkan 1000 siswa SD Se Kecamatan Bontoa, didahului dengan pemeriksaan yang dilakukan Tim UKS untuk mengetahui keadaan kesehatan gigi dan mulut siswa SD mulai kelas 1 sampai 6.

Kemudian, dipilih beberapa SD untuk dijadikan binaan seperti SD Inpres 71 Lempangang yang akan dipantau aktifitas menyikat giginya siang dan malam dengan bekerjasama guru dan orang tua siswa.

Sementara dr. .Hj. Siti Maryam Haba, M.Kes mengatakan sangat menyambut baik kegiatan bertema "Live Health Smart With Healthy Mouth" atau "Hidup yang Smart dengan Mulut yang Sehat" ini karena bertujuan meningkatkan kepedulian pemerintah dan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Puncak acara dalam kegiatan tersebut yakni sikat gigi massal dilakukan 1000 murid yang sebelumnya didahului penyuluhan dari beberapa dokter gigi. dan dicontohkan dokter-dokter kecil perwakilan dari masing SD yang dibina PKM Bontoa.

Kegiatan ini sudah 2 tahun dilaksanakan di Kabupaten Maros, dimana tahun 2016 lalu dilaksanakan di Kecamatan Mandai. (maros fm news department)

LAUNCHING BUKU "EKSTRAKSI LAUT", 2 PENULIS MAROS GALI MASA KEEMASAN SUKU BUGIS MAKASSAR TAKLUKKAN LAUTAN

Laut sangat kental dengan kehidupan orang-orang Bugis-Makassar, mereka mengenal lautan dan menjelajahinya dengan gagah-berani. Karena itu, jejak Bugis Makassar dijumpai di sejumlah tempat di nusantara bahkan di beberapa negara.

Hal itu menjadi salah satu topik paparan dalam peluncuran dan diskusi buku 'Ekstraksi Laut: Perekat Bugis Makassar Terhadap Bangsa-Bangsa', yang digelar di salah satu cafe di Maros, Jumat (24/3/2017).

Direktur Maros FM, Lory Hendradjaya saat menanggapi Buku Ekstraksi Laut karya 2 penulis Maros, Kaimuddin Mbck dan Nur Jaya (24/3/2017) (dok. ist)

Buku itu ditulis Kaimuddin Mbck dan Muh Nur Jaya dan diterbitkan Lembaga Pengkajian Strategis Salewangang (Lepass) Kabupaten Maros.

Menurut Kaimuddin Mbck, buku tersebut ditulis bukanlah didorong rasa keangkuhan sebagai orang Bugis-Makassar, namun dalam banyak referensi, nenek moyang Bugis-Makassar pada abad-abad silam mengenal lautan dan berani menjelajahinya dengan hanya perahu layar sederhana yang dibuat secara tradisional. 

Kaimuddin yang akrab disapa Bang Galo ini menjelaskan, uraian dalam buku ini diperoleh melalui studi kepustakaan, ekskapasi, dan observasi tempat secara langsung dengan kausalitas yang relevan.

Menurutnya, dalam melakukan observasi, pihaknya pun melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan budaya maritim Bugis-Makassar. Diantaranya perjalanan ke Bali untuk menelusuri keberadaan tokoh Bugis-Makassar di sana, Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta, Kraton Yogyakarta, Borobudur, juga perjalanan ke pembuat perahu phinisi di Bulukumba.

Sementara, Muh Nur Jaya, yang juga Direktur Lepass Maros menjelaskan buku ini merupakan buku kedua yang diterbitkan Lepass Maros, setelah buku Kearifan Budaya Lokal yang terbit tahun 2011 lalu. 

Nur Jaya mengaku, konsen mengangkat kajian budaya lokal, sebab pengaruh globalisasi menjadi ancaman budaya lokal. Penetrasi budaya luar tidak memberi tatanam budaya yang baik. Sehingga penting untuk merekontruksi nilai-nilai Bugis-Makassar agar kita tidak kehilangan identitas.

Sementara itu, peresensi buku, Ilham Halimsyah menilai, kehadiran buku ini dapat menjadi spirit baru dalam gencarnya gerakan literasi di Maros. Buku ini juga menjadi tambahan referensi bagi warga dalam memahami budaya maritim Bugis-Makassar sebagai bagian dari kajian kearifan lokal.

Ilham Halimsyah menjelaskan, seperti judulnya, ekstraksi, yang berarti ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dari buku. Maka buku ini mengumpulkan potongan-potongan kecil kisah orang-orang Bugis-Makassar dalam hubungannya dengan laut, kemudian merangkainya menjadi satu gambar utuh. 

Dalam buku ini, nama Bugis dan Makassar sengaja ditulis seiring; Bugis Makassar. Tidak menggunakan tanda hubung Bugis-Makassar, sebagaimana lazimnya penulisan dua nama berbeda. Sebab buku ini ingin memberi pengasan bahwa suku Bugis dan Makassar adalah dua suku yang selalu menyatu. Apalagi di Maros, daerah dengan kultur dua suku bangsa ini. Orang Maros adalah orang Bugis sekaligus orang Makassar dan orang Maros adalah orang Makassar yang juga orang Bugis.

Peluncuran dan diskusi buku ini dihadiri puluhan peserta, terdiri dosen, guru, mahasiswa, seniman, penulis, juga wartawan. (maros fm news department)

Thursday, 23 March 2017

DINAS PTSPPM MAROS BERI TEGURAN KERAS BAGI DEVELOPER YANG MEMBANGUN TANPA IMB

Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (DPTSPPM) Kabupaten Maros memberikan peringatan keras kepada developer yang membangun tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sekretaris Dinas PTSPPM Maros, Andi Rosman mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan internal yang dilakukan DPTSPPM, ditemukan sedikitnya 10 developer yang melakukan pembangunan perumahan tanpa mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)di sejumlah wilayah Kecamatan di Maros.

Sekretaris Dinas PTSPPM Kabupaten Maros, Andi Rosman (dok. ist)

Andi Rosman menegaskan, berdasarkan aturan, developer tersebut jelas melanggar aturan yang ada. Apalagi saat ini ada surat edaran yang dikeluarkan Bupati terkait penertiban IMB untuk warga yang ingin melakukan pembangunan.

Untuk meminimalisir pelanggaran tersebut, pihaknya sudah menyurati 10 developer tersebut. Dan saat ini masih tersisa 1 developer lagi yang sama sekali belum mengantongi IMB padahal pihaknya telah menyurati perusahaan tersebut yakni PT  Bukit Arauna Mas Moncongloe 1 dan 2 untuk ketiga kalinya. 

Rosman menjelaskan, lokasi yang menjadi pantauan dan pengawasannya, fokus pada kecamatan Turikale, Kecamatan Moncongloe, Kecamatan Marusu, dan kecamatan Mandai karena di lokasi tersebut merupakan daerah yang banyak dimanfaatkan developer untuk membangun perumahan. (maros fm news department)

"FOKUS" HARUS BERPERAN AKTIF DEMI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MAROS

Dunia Pendidikan di Kabupaten Maros memiliki peningkatan yang baik dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan ini  mampu dicapai karena banyak pihak yang saling membantu untuk menjadikan pendidikan di kabupaten Maros lebih baik, salah satunya, Forum Komunikasi Siswa (FOKUS) Kabupaten Maros. 

FOKUS merupakan forum yang dilahirkan dari kegiatan Leadership Training yang dilaksanakan Bosowa Semen bekerjasama Pemerintah Kabupaten Maros yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya.

Wakil Ketua FOKUS saat bersama siswa SD Panaikang di Leang-leang Maros (23/2/2017) (dok. maros fm)

Wakil Ketua FOKUS Maros, Ahmad Takbir Abadi kamis (23/3/2017) mengatakan pihaknya berkomitmen akan menjadi mitra kritis yang baik untuk peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Maros.

Menurutnya, FOKUS Sebagai lembaga yang berisi siswa-siswa berprestasi harusnya menjadi penyambung lidah seluruh siswa yang ada di Kabupaten Maros, dan aktif memberikan sumbangsi positif kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti.

Takbir mengungkapkan forum ini juga harus bersinergi dan bersatu dengan lembaga-lembaga lainnya agar pemerintah mendapat banyak masukan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik di masa mendatang. (maros fm news department)

USAI DIEVAKUASI DINSOS MAROS, KABAG HUMAS DAN STAFFNYA JENGUK NENEK MARAMI

Kabag Humas Pemkab Maros, Kamaluddin Nur bersama beberapa staffnya menjenguk lansia yang baru saja dievakuasi Tim Dinas Sosial Maros, nenek Marami (75) kamis (23/3/2017) di RSUD Salewangang Maros.

Ikut dalam rombongan, Kasubag Dokumentasi Amirullah Assaggaf, Kasubag Pemberitaan Andi Nurfaidah bersama sejumlah staf.

Nenek Marami merupakan warga Desa Bonto Mairo Kecamatan Lau yang menderita sakit dan tinggal seorang diri di gubuknya.

Kamaluddin Nur menjelaskan kunjungan ini sebagai wujud kepedulian atas kondisi nenek Marami yang memang sangat memprihatinkan karena usianya yang sudah lanjut dan tinggal sendirian sehingga harus mendapat perhatian pemerintah.

Kabag Humas Pemkab Maros bersama sejumlah staffnya mengunjungi nenek Marami di Rsud Salewangang Maros (23/3/2017) (dok. ist)

Kamaluddin Nur juga sangat mengapresiasi pelayanan Rsud Salewangang dan program yang digagas Dinsos Maros untuk layanan "mobile" sehingga bisa melayani warga miskin untuk penjemputan dan pengantaran saat sakit untuk dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.

Menurutnya program ini sangat bermanfaat karena juga memfasilitasi warga kurang mampu yang sementara dirawat di rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara Kadis Sosial Maros, Muhammad Alwi menjelaskan, Biaya perawatan nenek Marami ini selama di rumah sakit akan ditanggung Dinsos melalui JKN BPJS Kesehatan dan selama perawatan akan mendapat pendampingan dari Dinsos.

Alwi berharap, pemerintah desa dan kelurahan bisa aktif memantau kondisi warganya yang kurang mampu dan memanfaatkan layanan 'mobile" dari Dinsos sehingga program Maros Sejahtera 2021 sesuai visi Bupati Maros bisa terwujud dengan kerjasama yang baik dari seluruh elemen Pemerintah dan Masyarakat. (maros fm news department)

Berita terkait :

- TIM LAYANAN "MOBILE" DINSOS MAROS EVAKUASI LANSIA YANG SAKIT KE RSUD SALEWANGANG

TIM LAYANAN "MOBILE" DINSOS MAROS EVAKUASI LANSIA YANG SAKIT KE RSUD SALEWANGANG

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Maros kembali mengevakuasi warga kurang mampu yang sakit, rabu (22/3/2017) untuk dibawa ke RSUD Salewangang Maros agar mendapat penanganan medis yang layak. 

Warga tersebut adalah Marami, usia 75 tahun, asal Desa Bonto Mairo Kecamatan Lau.

Tim Dinsos Maros saat evakuasi lansia di Desa Bonto Mairo Kecamatan Lau Maros (22/3/2017) (dok. ist)

Staf Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Maros, Mas'udah, menjelaskan, selama ini Marami hidup sendiri di sebuah gubuk dan terlantar karena tidak ada yang urus.

Sementara Kadis Sosial Maros Muhammad Alwi mengemukakan, evakuasi ini adalah pelaksanaan program Penyediaan Bantuan Pelayanan Kesejahteraan Sosial secara "mobile' bagi masyarakat kurang mampu untuk penjemputan dan pengantaran warga kurang mampu yang menderita sakit untuk dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

Alwi menjelaskan termasuk dalam program ini adalah memfasilitasi warga kurang mampu yang sementara dirawat di rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan sesuai mekanisme yang berlaku.

Adapun biaya perawatan selama di rumah sakit akan ditanggung Dinsos melalui JKN BPJS Kesehatan dan . selama perawatan akan mendapat pendampingan dari Tim Dinsos Maros. 

Program secara "mobile" ini digagas Dinsos Maros beberapa waktu lalu bertujuan melayani warga Maros untuk kebutuhan penjemputan dan pengantaran warga miskin yang sakit untuk dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit dengan menghubungi layanan hotline 082187716666. (maros fm news department)

Berita Terkait :

 
Copyright © 2014 107,3 Maros FM, Spirit Butta Salewangang. Designed by Radio Butta Salewangang (BS FM).